Dalam dunia yang penuh dengan hiruk-pikuk dan kesibukan, menemukan momen keheningan dan kedalaman dengan Tuhan seringkali menjadi sebuah kerinduan. Yeshua Abraham, melalui lagu penyembahannya yang berjudul "Terhubung", menawarkan lebih dari sekadar melodi yang indah, ia menghadirkan sebuah jembatan doa yang menyentuh inti dari kerinduan tersebut. Lagu ini menjadi sebuah anthem bagi banyak orang yang mendambakan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan.
VERSE I:
Kasih-Mu layakkan s'luruh hidupku
Mampukan ku melakukan yang Kau inginkan
Tak bisa ku terlepas
Kau menggenggam tanganku
Ingin lebih mengenal pribadi-Mu
CHORUS I:
Ku terhubung dengan-Mu
S'lalu melekat di hati-Mu
Firman-Mu, itulah dasar hidupku
Yang berdaulat atasku
VERSE II:
Kasih-Mu layakkan s'luruh hidupku
Mampukan ku melakukan yang Kau inginkan (yang Kau inginkan)
Tak bisa ku terlepas (aku tak bisa)
Kau menggenggam tanganku
Ingin lebih mengenal pribadi-Mu
CHORUS II:
Ku terhubung dengan-Mu (dengan-Mu)
S'lalu melekat di hati-Mu (di hati-Mu)
Firman-Mu, itulah dasar hidupku
Yang berdaulat atas
Ku terhubung dengan-Mu (dengan-Mu)
S'lalu melekat di hati-Mu (di hati-Mu)
Firman-Mu, itulah dasar hidupku
Yang berdaulat atasku
Hm, ooh-hoo-uuh-uuu
Tak mau ku terpisahkan dari-Mu
Aku tak bisa apa-apa tanpa-Mu
Ooh-uu-ooh
Bawaku lebih dekat, lebih dalam lagi, huu-hoo-hoo
Lagu "Terhubung" karya Yeshua Abraham bukan sekadar lagu untuk didengar, tetapi sebuah doa untuk dinaikkan, sebuah pengakuan untuk dihidupi, dan sebuah pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjaga hubungan yang intim dan tidak terputus dengan Tuhan. Mari kita menyanyikannya tidak hanya dengan bibir, tetapi juga dengan hati yang sungguh-sungguh rindu untuk "terhubung" dengan-Nya.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com